Skip to main content

follow us

Doa Bila Hati Tidak Tenang dan Gelisah

Hati tidak tenang bisa bermacam-macam sebabnya. Tapi ada juga yang mengatakan dan terjadi hati tidak tenang tanpa sebab. Sebenarnya sebabnya pasti ada. Kata Imam Ali bin Abi Thalib bila hati mendadak tidak tenang maka ketahuilah bahwa dosa lah penyebabnya. 

Maka kalau yang menyebabkan hati tidak tenang adalah dosa mesti diobati. Penawar dari dosa adalah bertaubat. Tanda paling utama dari orang yang bertaubat adalah mau berikrar dan datang kepada yang ia zalimi dan mengeluarkan pernyataan permintaan maaf.

Dalam ajaran Islam, hati tidak tenang itu bertingkat-tingkat. Semua orang pernah merasakan ini. Tapi jangan menyamakan hati tidak tenang para rasul dengan kita. Para utusan Allah itu tidak tenang hati bila umatnya jauh dari Allah. Beda dengan kita. Kalau tidak kebagian harta baru kita tidak tenang. Manusia ... Manusia!

Jadi ketidaktenangan hati itu bertingkat-tingkat. Ada yang biasa, ringan saja, pertengahan, dan ada yang berat. Kalau yang berat disebutnya juga beda. Namanya bisa disebut karb. Inikosa kata yang sesuai karena menunjukkan suasana mencekam dan menakutkan.



Yang pernah mengalami hal ini adalah Nabi Yunus dan ia lulus melaluinya dengan terus berdoa. Sesungguhnya orang tidak boleh tenang-tenang saja termasuk terhadap dirinya. Apalagi merasa aman dari murka Allah SWT. Tetap waspada seperti Nabi Yunus yang ters berdoa dengan doa ini:

لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Mari kita ikuti penjelasan para ulama mengenai keagungan doa ini untuk menenangkan hati:

تضمن هذا الدعاء من كمال التوحيد والعبودية في ثلاثة مطالب عظيمة :

1 – إثبات كمال الألوهية واختصاصها باللَّه عز وجل ﴿لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ﴾ .

2 – إثبات كمال التنزيه للَّه تعالى عن كل نقصٍ، وعيبٍ ، وسوء المتضمن لكماله تعالى من كل الوجوه: ﴿سُبْحَانَكَ﴾ .

3 – الاعتراف بالذنب والخطأ المتضمن لطلب المغفرة، المستلزم لكمال العبادة من الخضوع، والذل للَّه تعالى: ﴿إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ﴾ .

Secara garis besar doa ini mencerminkan tigal hal yaitukeempurnaan tauhid dan ibadah. Pertama dengan menyempurnakan keilahiahan Allah SWT, kemudia kesempurnaan penyucian kepada Allah SWT, dan yang ketiga adalah pengakuan atas dosa, khilaf, dan kesalahan.

mencari ketenangan hati dengan bertauhid adalah jalan yang paling lurus. menenangkan pikiran dengan banyak berdoa membuktikan kehebaan ajaran Allah SWT. Maka dengan berdoa lahirlah ketenangan batin.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar