Skip to main content

follow us

Doa Mencari Ketenangan Hati dan Pikiran dalam Islam

Doa Mencari Ketenangan Hati dan Pikiran dalam Islam mengandung arti anda menginginkan ketenangan hati itu timbul berdasarkan amalan-amalan Islam. Dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa Islam adalah ajaran agama yang menenangkan.

Islam adalah agama yang penuh kedamaian, Untuk itulah Allah menurunkan Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat syariat Islam. Hakikatnya Islam adala agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia menginginkan yang terbaik untuk dirinya. Islam memberikan jawaban untuk hal ini.

Doa Mencari Ketenangan Hati dan Pikiran dalam Islam ini anda ambil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dalam hal ini yang akan kami kemukakan pertama kali adalah doa yang ada dalam sunnah yang mulia dari Rasulullah saw.



Mari amalkan Doa Mencari Ketenangan Hati dan Pikiran dalam Islam berikut ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Doa ini, sesuai penjelasan ahli hadits, adalah doa yang biasa dibaca Rasulullah saw saat beliau berada dalam keadaan tidak tenang. Istilah karb adalah kondisi yang mencekam dan mengkhawatirkan. Tentu kekhawatiran Rasulullah saw berbeda tingkatannya dengan yang anda khawatirkan.

Yusuf bin Abdillah bin Al-Harits mengatakan bahwa Rasulullah saw menyatakan tentang doa ini:

هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ وَأَمَرَنِي إِنْ نَزَلَ بِي كَرْبٌ أَوْ شِدَّةٌ أَنْ أَقُولَهُا

Maknanya, Wallahu a'lamu, "Itulah kalimat, dan aku diperntihkan, kalau aku mendapatkan kesulitan berat maka aku harus membacanya."

Rasulullah saw, anda tahu adalah orang yang paling dekat dengan Allah, suci hatinya, tidak punya dosa, kalu ia meninggal dunia pasti masuk sorga, masuk sorganya sudah wajib. Dalam keadaan demikian ia masih terus berdoa dengan doa ini.

Maka dengan demikian, anda, masih banyak dosa, amalan berantakan, akhlaq mengerikan, kalau masih tidak mau berdoa kepada Allah, maka sungguh anda keterlaluan. Insafi kawan! Dalam hal ini kita masih harus terus belajar.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar